Sekilas Info
Menjadikan Jenggawur Desa Makmur Sejahtera

ARTIKEL

Pentingnya PMT (Pemberian Makanan Tambahan) Bagi Tumbuh Kembang Anak

07 Agustus 2026 DWI FATMASARI 48 Kali Dibaca

Anak-anak yang sedang berada di fase balita cukup rentan mengalami stunting. Stunting merupakan kondisi di mana tubuh anak gagal untuk tumbuh karena faktor kurangnya asupan gizi yang cukup maupun terpapar penyakit/infeksi dalam jangka waktu lama. Indikasi stunting bisa kita amati sejak masa kehamilan ibu hingga anak berusia dua tahun. Selain masalah gizi maupun penyakit yang diderita anak, keadaan ibu hamil yang mengalami kekurangan energi atau anemia juga meningkatkan risiko melahirkan bayi dengan berat lahir rendah yang berujung stunting. Lingkungan dan pola asuh orang tua juga sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak. Efek samping dari stunting bisa bersifat permanen dan sulit diperbaiki setelah anak melampaui usia dua tahun. Adapun bahayanya meliputi gangguan perkembangan otak yang menurunkan kemampuan kognitif, rendahnya daya ingat dan sulit fokus membuat anak terhambat dalam belajar di rumah maupun di sekolah. Selain itu, tubuh anak juga menjadi lebih pendek/kecil dibanding teman sebayanya. Untuk mencegah indikasi stunting, kita bisa memberikan PMT (Pemberian Makanan Tambahan) untuk anak. Mari kita kenali lebih jauh mengenai PMT.

Pemberian Makanan Tambahan (PMT) merupakan program nasional pemenuhan gizi berupa pemberian makanan bergizi bagi kelompok sasaran tertentu guna memenuhi kebutuhan gizi mereka. Jangan sampai keliru bahwa PMT bukan pengganti makanan sehari-hari kita, akan tetapi hanya makanan tambahan saja. Jenis-jenis PMT dikategorikan berdasarkan tujuan dan sasarannya. Pertama ada PMT Pemulihan yang diperuntukkan kepada individu yang memiliki masalah gizi seperti balita stunting, kurang berat badan, atau ibu hamil Kurang Energi Kronis (KEK). Kedua yaitu PMT Penyuluhan yang biasanya diberikan di Posyandu berupa kudapan padat gizi guna memberikan edukasi kepada orang tua mengenai pola makan bergizi. Ketiga, terdapat PMT AS (Anak Sekolah) yang menyediakan makanan tambahan bagi anak sekolah. Program PMT memiliki prinsip dasar untuk mengutamakan penggunaan bahan pangan lokal yang terjangkau dan mudah didapat. Makanan yang diberikan harus mengandung protein hewani, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral, sesuai standar gizi yang seimbang. Dalam memberikan PMT pada anak, kita harus melihat kondisinya terlebih dahulu. Untuk balita dengan gizi kurang biasanya diberikan selama 4-8 minggu. Sementara balita dengan berat badan kurang/sulit naik diberikan selama 2-4 minggu. Apabila sasarannya ibu hamil yang KEK, diberikan minimal 120 hari untuk memberi efek positif pada janin. 

Pentingnya PMT yaitu untuk mengatasi masalah kekurangan gizi yang membantu mengembalikan anak ke jalur pertumbuhan normal sesuai standar untuk mencegah stunting (gagal tumbuh) dan kurus. Bagi ibu hamil, PMT berfungsi meningkatkan status gizi ibu supaya janin tetap sehat sampai lahir. Setelah bayi berusia 6 bulan, ASI tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi bayi, sehingga PMT dalam bentuk MP-ASI diperlukan untuk memenuhi kekurangan zat gizi mikro maupun makro seperti vitamin A, zat besi, dan zinc. Gizi yang baik dan tercukupi melalui PMT menjadi dasar bag kesehatan yang memengaruhi konsentrasi dan kecerdasan anak saat mereka belajar. PMT bukan hanya memberi makan, tetapi juga sarana pembelajaran bagi ibu mengenai cara memilih, menyiapkan, maupun mengolah makanan bergizi seimbang dari rumah. Harapannya, program ini bisa membentuk kemandirian keluarga dalam menyediakan makanan yang berkualitas. 

Lalu, kapan waktu terbaik memberikan PMT untuk anak? Waktu yang paling efisien adalah di antara dua jadwal makanan utama supaya anak tidak merasa terlalu kenyang saat waktu makan nasi tiba. Gambaran waktunya di pagi hari misalnya di antara waktu sarapan dan makan siang, sekitar pukul 10.00-11.00 pagi, sementara di sore hari di antara waktu makan siang dan makan malam yaitu sekitar pukul 14.00-16.00 sore. Mengapa waktu-waktu ini dianggap tepat agar anak tetap mau makan? Karena apabila diberikan terlalu dekat dengan waktu makan utama, anak berisiko kenyang sehingga tidak mau mengonsumsi makanan pokok yang ada di rumah. Selain itu, kita sebaiknya mengikuti siklus lapar alami yaitu empat jam setelah makan utama di mana kadar glukosa dalam tubuh biasanya menurun sehingga anak mulai merasa lapar kembali. 

Pemberian Makanan Tambahan berkaitan erat dengan upaya pencegahan stunting. Karena stunting umum terjadi pada periode 1.000 hari pertama kehidupan, PMT berperan krusial untuk menjaga jalur pertumbuhan anak mencapai target yang ideal. Pemberian makanan tambahan bisa efektif untuk mencegah stunting apabila diselaraskan dengan usaha-usaha pencegahan lain. Sejak masa kehamilan, ibu harus rutin mengonsumsi tablet tambah darah, melakukan pemeriksaan rutin ke dokter kandungan minimal 6 kali, serta memastikan asupan gizi yang mengandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral yang cukup. Setelah anak lahir, ibu harus mengupayakan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan pertama tanpa tambahan cairan lain. Setelah 6 bulan, ASI tetap diberikan bersama dengan MP-ASI hingga anak berusia 2 tahun. MP-ASI yang baik adalah yang mengutamakan komposisi protein hewani seperti daging sapi, ayam, ikan, atau telur, karena mengandung asam amino lengkap yang mendukung pertumbuhan fisik maupun otak. Ibu bisa memantau berat badan dan tinggi badan secara teratur untuk mendeteksi dini masalah pertumbuhan, apabila ditemukan tanda berat badan tidak naik, maka anak harus segera dirujuk ke puskesmas. Disisi lain. Untuk merangsang sistem kekebalan tubuh anak supaya terhindar dari penyakit, ibu bisa melengkapi imunisasi dasar anak seperti hepatitis, polio, campak, BCG, dan sebagainya. Kondisi lingkungan sekitar di mana anak sedang bertumbuh dan berkembang juga berpengaruh dengan risiko stunting melalui infeksi seperti diare dan cacingan. Oleh karena itu, para orang tua harus memastikan kesehatan dan kebersihan jamban serta akses ke air minum yang sudah dimasak matang dengan sarana sanitasi yang layak. 

Dalam upaya memberikan edukasi kepada masyarakat Desa Jenggawur, Kelompok 184 dari KKN Unsoed berkesempatan memberikan sosialisasi mengenai PMT pada tanggal 18 Juli 2026 yang dibarengi dengan kegiatan Posyandu rutin. Sosialisasi ditunjukkan kepada para orang tua yang memiliki anak balita dengan harapan supaya orang tua memiliki sedikit bekal dalam upaya pencegahan stunting. Pembekalan materi diberikan kemudian dilanjutkan dengan demo masak PMT dengan menu “Puding Jagung”. Puding ini dibuat menggunakan variasi antara jagung manis, kacang hijau, dan susu sapi. Adapun cara pembuatannya sebagai berikut:

  • Siapkan bahan-bahan, yaitu kacang hijau, jagung manis yang sudah dipipil, agar-agar plain, susu, gula pasir, dan air
  • Rebus kacang hijau hingga empuk, kemudian tiriskan
  • Haluskan jagung dengan chopper atau blender, setelah halus dimasak dengan bubuk agar-agar, gula, susu, air, hingga adonan puding mendidih
  • Haluskan kacang hijau lalu masak sembari dituangkan susu dan gula pasir sedikit-sedikit sampai mengental
  • Tuangkan puding jagung sebagai lapisan pertama puding, kemudian diamkan sebentar sampai set
  • Tuangkan pasta kacang hijau diatas puding jagung sebagai lapisan kedua, kemudian hias dengan buah naga potong atau buah lain yang tersedia
  • Sajikan PMT kepada anak sebagai makanan tambahan yang bergizi.

Puding Jagung merupakan salah satu contoh menu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) yang kaya akan karbohidrat, protein nabati, serat, vitamin, dan mineral. Kombinasi antara jagung dan kacang hijau dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi balita sehingga mendukung pertumbuhan dan perkembangan optimal sebagai upaya pencegahan stunting. Semoga kegiatan sosialisasi PMT yang diselenggarakan oleh kelompok 184 KKN Unsoed bisa memberikan manfaat bagi masyarakat Desa Jenggawur, utamanya para orang tua dari balita maupun ibu hamil. Pencegahan stunting merupakan tanggung jawab kita bersama, sehingga harapannya bekal ini bisa diterapkan dan dipraktikan di rumah masing-masing. Melalui pemenuhan gizi yang baik, pemantauan pertumbuhan anak, dan aktif dalam kegiatan posyandu, kiranya upaya-upaya tersebut bisa membuat anak-anak Jenggawur tumbuh sehat, cerdas, dan siap untuk menjadi generasi penerus yang berkualitas.

Disusun oleh  Tim Pemdes KKN Unsoed 2026

Kirim Komentar

Nama
No. Hp
E-mail
Isi Pesan
  CAPTCHA Image
 

Peta Wilayah Desa

Agenda

Belum ada agenda

Statistik

Komentar

  • Penduduk Biasa
    14 September 2016 13:09:16

    Selamat atas keberhasilan Senggigi merayakan Hari Kemerdeakaan... selengkapnya

Media Sosial